Ketika lembaran-lembaran itu saya buka dan baca kembali (buku harian tentang masalah apapun yang saya hadapi dan awal pertama perubahan hidup saya yang ditulis sejak awal tahun 2005) ternyata sesulit apapun masalah yang saya hadapi saya masih mampu bertahan dan berdiri tegar, namun diusia yang semakin bertambah bukannya tegar yang saya rasa namun cenderung lebih rasa putus asa yang menghantui, jadi ingat sepenggal bait dari lagunya Duo Mai yang berjudul serpihan sesal “Ku pikir bisa tanpa mu, Tapi aku tak sekuat itu” . Akan tetapi ketika teman-teman di blog, facebook, friendster, kampus, plurk, selalu bilang “kamu itu kuat dan tegar ya ri! Dan selalu penuh semangat saya pun sering malu pada diri sendiri ketika rasa putus asa itu menghantui. Dan saya pun ingin selalu memiliki sifat seperti yang teman-teman saya bilang.
note : untuk teman2 yang selalu mengunjungi ari, maafkan ari klo belum sempat berkunjung balik ya

