Mood

Pengen berbisnis tapi modal pas-pasan?
Wah pas banget nie joint bisnisku...
Daftarnya aja gratis loh! Aku jelasin yah :

- Daftar member 24.900 + KTP

Nah dalam 3 bulan pertama juga member baru bisa mendapatkan hadiah promo welcome program yang super keren hadiahnya...

Yuk buruan gabung,,, berminat? inbox ke sini ^^

Wednesday, July 6

[Sinopsis] Princess Ja Myung Go Episode 1

Sayang sinopsis yang susah payah dibuat walaupun belum lanjut lagi dibuang, jadi disimpan dulu sini ya muhaha, tadinya sempat tayang di Pelangi Drama .
Sambil mengisi waktu luang sampai skripsis belajar buat sinopsis dan hasilnya begini, sinopsis pertama Ja Myung Go merupakan kelanjutan cerita dari Jumong dan Kingdom of The Wind dan episode 1 ini merupakan kisah flashback, seperti Iljimae ,lets see...........

Daemusin :”hai,para ksatria korea, coba kalian lihat daratan Negara NangNang, Apakah kalian tidak ada niat untuk mendapatan daratan itu? Raja kalian, Daemusin. Ingin sekali mendapatkan daratan itu .
Panglima : Kami juga ingin mendapatkannya, Yang Mulia. Mohon anda berikan NangNang kepada kami.
Daemusin : Kita harus mendapatkan daratan itu. Kita harus menguasainya Kita harus membuat orang-orang Negara NangNang jadi bawahan kita.
Beberapa tahun kemudian………
Pangeran Hodong berlatih bersama pengawalnya di atas jembatan. Yang akhirnya dimenangkan oleh pangeran Hodong. Sebaliknya di Negara NangNang Panglima juga berlatih untuk menghadapi perang.
Selesai berlatih hodong bersiap-siap pergi dibantu bibinya, Hodong berkata : “ Biarkan aku sendiri saja”
Bibi Hodong :”Kau berikan kesempatan pada bibi untuk merasakan rasanya menjaga anak (sambil membenarkan sabuk hanbook hodong).
Bibi menepuk pundak hodong sambil berkata “sudah”…
Ketika Hodong dan Bibi keluar ruangan pengawal pribadi pangeran hodong berkata “ Sepertinya kita sudah menemukan tempat putri NangNang dikuburkan”
Hodong “Dimana”
Bibi Hodong “ tahu tempat dikuburkannya putri NangNang mau berbuat apa?” Apakah kau mau pergi ke depan makam putri NangNang, dan membantunya membersihkan nama baiknya?”
Bibi Hodong berkata kepada pengawal “ kenapa kau katakan hal yang tidak berguna seperti itu?
Tiba-tiba pelayan suruhan permaisuri masuk, bibi hodong berkata “siapa yang menyuruhmu masuk ke kamar ini?kata bibi Hodong, Pelayan ”hamba mengantarkan obat kemari” Pengawal “Letakkan dan segera keluar! Pelayan”baik”
Bibi Hodong berkata “raja sudah mau memilih putra mahkota, kau mau membuat ulah apa lagi?
Ternyata pelayan yang mengantar obat tadi masih menguping pembicaraan bibi Hodong dan Hodong, tapi diketahui bibi Hodong,lalu dia berkata, “kenapa masih tidak keluar? Pelayan “hamba mengerti”
Bibi Hodong “gerakan permaisuri sangat tidak normal” Buang waktu bagimu untuk mencari makam putri musuh, Ia sedang berencana menaikkan anaknya menjadi putra mahkota. Sekarang dia sedang mencari kesempatan itu ?
Tapi tiba-tiba hodong bergegas pergi dengan pengawal pribadinya, Bibi hodong “berusaha mencegah, Hodong…..Hodong” katanya. Namun pangeran Hodong tidak menghiraukan, lalu bergegas pergi bersama pengawal pribadinya.
Di lain tempat pengawal Panglima NangNang “ cepat buka pintunya”
Pengawal “Jendral, si keparat Hodong sudah muncul”, kemudian jendral “membuka peta, lalu berkata “ kita sudah menduga bahwa dia akan datang mencari makam putri NangNang“.
Pengawal “ untuk memotong kepalanya dan menghadiahkan kepada Raja”.
Jendral Wang Hol “ Dia membawa berapa orang?
Pengawal ,”hanya berdua ,Hodong dengan pengawal pribadinya.
Jendral Wang Hol“ Aku mau menangkapnya dengan tanganku sendiri”
Pengawal ,“ langsung bunuh dia saja?kalau mau menangkapnya hidup-hidup orang kita belum tentu bisa”.
Jendral Wang Hol (menggebrak meja),”pasti bisa, kita harus menangkap Hodong, kita akan pakai dia untuk menebus rakyat NangNang yang ditangkap”.
Di lain tempat di pasar, seorang pemain sirkus“Ayo semuanya ini bukan bisa di lihat kapan saja? Khusus akan memainkan berbagai macam hal aneh? Datang kesini, ayo berikan tepuk tangan, diantaranya ada pertunjukan tukar muka yg misterius.
Gadis pemain sirkus lain “ Ayo keluarlah berikan tepuk tangan untuknya”
Lalu munculah pemain sirkus dengan topeng (klo nggak salah namanya Cha Cha Song) , berkata” Tunggu dengan penuh harapan, lahirnya sirkus sampai dikota di Negara korea” lalu gadis anggota sirkus memberikan boneka 2 buah, satu berwarna hitam dan merah (menggambarkan seperti Rae Hee & Hodong).
Pemain sirkus berkata “ boneka-boneka ini bukan boneka sembarangan , ini adalah satu kisah cinta yang mengharukan , ini adalah kisah yang terjadi di NanNang. Pelayan setia permaisuri melihat sirkus ini.
Dan pemimpin pertunjukan pun memulai pertunjukannya, Pemain sirkus” putri, lebih dekat lagi, (sambil memainkan kedua bonekanya). Lalu berkata lagi pangeran”siang hari tidak boleh seperti ini “. ini adalah putri NangNang dan pangeran Hodong,
Penontong “ kisah pangeran Hodong kita”
Penonton menjawab,”Itu semua kita juga tahu”,
Pemain sirkus itu tetap menceritakan kisahnya memakai boneka, sambil berkata “Sebenarnya benar atau tidak?Ja myung drum yang misterius, Nangnang Ja Myung…… Ja Myung… Nangnang….Hodong ….Ja Myung…..Hodong …….Nangnang
.
Ketika sudah selesai tiba-tiba pelayan setia permaisuri berkata pada istri pemain sirkus(namanya Mi Chu ahli dalam mengindentifikasi racun lho ), bahwa ia ingin membeli boneka yang dipakai untuk pertunjukkan tadi. Istri pemain sirkus tertawa mendengar permintaan pelayan tadi (karena mana ada nenek bermain boneka hahahaha), istri pemain sirkus berkata,”Usiamu sudah tidak kecil?bermain boneka seperti anak kecil buat apa? (tapi akhirnya dibolehin juga).
Di istana….pelayan tadi memberikan bonekanya ke permaisuri”
Sambil melihat bonekanya, permaisuri berkata “ benar-benar menggelikan,seorang pangeran ternyata menjadi gosipan orang dijalan , sudah menemukan hodong sekarang ada dimana?
Pelayan, “ sepertinya pergi mencari makam putri NangNang”,Permaisuri,”Hodong sama dengan menggali kubur annya sendiri”.
Tiba-tiba permaisuri membangun anaknya, sambil berkata : sudah tidur terlalu lama, bangunkan dia”
Pelayan ,“baik”, tuan pangeran, sudah saatnya bangun, tapi tetap tidak mau bangun
Permaisuri langsug mengangkat pangeran lalu mendudukkannya sambil berkata “ jangan malas
ayah kalian akan memilih putra mahkota di antara kau dan Hodong, kau mana boleh berkelakuan seperti ini!
Permaisuri,” Hae Woo, takutnya kau berumur 10 tahun , sebagai ibu juga tidak bisa tenang (takut anaknya belum jadi raja, permaisuri mati …ck….ck…..bener-bener deh klo dah haus kekuasaan)

Disebuah benteng perbatasan terjadi pemberontakan,
“Semuanya mendapat gerakan pemberontakan”, Perdana Menteri menjelaskan kepada daemusin.
Daemusin,”Sebenarnya harus terikat di NangNang sampai kapan?Di timur masih ada tanah yang lebih luas sedang menunggu ku, (kok Muhyul jadi haus kekuasaan kayak gini ya? Beda banget sifatnya waktu jadi raja di King o The Winds hiks…hiks…hiks)
Perdana menteri yang lain berkata“mana ada raja yang begitu mudah melepaskan negaranya sendiri?”,
Daemusin “benar-benar, membuatku marah, jika melakukan pemberontakan seharusnya ada satu orang yang berperan sebagai ketua tapi kepala Chae Ri sudah dipenggal satu tahu lebih , mereka sebenarnya masih ada siapa yg biasa mereka harapkan untuk berdiri lagi? (belum tahu dia klo masih ada satu putri Chae Ri, putri musuh yang disukai anaknya hehehe)
Perdana menteri “ mungkin saja masih ada satu kaisar wanita yang hidup?’bisa saja dia yang memberi harapan kepada rakyat NangNang. Daemusin: “ apa maksudmu?
Perdana menteri:“ menurut yang hamba ketahui , semua rakyat NangNang berpikir selain Rae Hee (La Hui) disini masih ada satu putrid lagi, begitu waktunya tiba akan muncul dan menyelamatkan Negara NangNang “. Daemusin: “ apakah benar seperti itu?
Perdana menteri :“ hamba tidak berani menjaminnya”. Daemusin: “ apakah Chae Ri masih ada keturunan selain Rae Hee?
Tiba-tiba permaisuri datang dan berkata :“pertanyaan itu tanyakan kepada pangerang hodong saja, dia paling jelas masalah ini”.
Daemusin: “ kau mengatakan hodong sangat jelas , apa maksudmu?”.
Pangeran Hae Woo: “ayahanda ini untukmu”, sambil menyerahkan boneka pangerang Hodong dan dua putri? Daemusin : “apa ini?”
Permaisuri :“mirip tidak dengan Rae Hee dan Hodong “
Perdana menteri :“Dengar-dengar belakangan ini ada orangg mengunakan boneka menceritakan kisah pangeran Hodong dan Rae Hee?” dan bertanya kepada permaisuri,”apakah yang anda maksud adalah itu? Permaisuri :“anda tahu jelas sambil menyerah satu boneka lagi yang berwarna putih,
Daemusin :” ini siapa lagi?” Permaisuri:” ini adalah salah satu putri yang, Anda pusingkan putri Ja Myung .”
Daemusin :“ panggilkan pangerang Hodong”,Pelayan:”baik Yang Mulia”.
Permaisuri:” hamba, dengar dia pergi mencari makam Rae Hee”. Daemusin:”cepat panggil dia kembali”.
Sementara itu, di tempat kuburan Rae Hee, pangerang Hodong telah sampai ditemani pengawalnya.
Hodong duduk di samping kuburan Rae Hee sambil minum arak.
Dan membayangkan masa lalunya “ (Flashback)
Rae Hee :” drum Ja Myung, biar aku gantikan kau menghancurkannya?”’Hodong:”Rae Hee?
Rae Hee:” kau tidak perlu merasa senang, bukan demi kau, aku melakukannya demi diriku sendiri. Aku tidak bisa melihatmu pergi mati, (sambil menangis)”.
lalu Hodong mencium raeha
Hodong melihat tulisan dimakam Rae He,”penghianat Negar a“ . Hodong disamping makam Rae Hee berkata ,“ bagimana rasanya menjadi penghianat Negara?. Sambil menyiramkan air ke kuburan, berkata :”Rae Hee apakah kau merasa tidak enak?apakah karena bertemu denganku , karena diperalat olehku atau karena aku sama sekali tidak mencintaimu,”
“Tidak peduli kau atau aku,nasib memutuskan kita jadi putri dan pangeran ,”Rae Hee , apakah kau tahu dimana Ja Myung sekarang”? Tiba-tiba burung elang datang .
Pengawal: ”pangeran, berita dari istana “, lalu pengawal memanggil burung elang tersebut dengan siulan, kemudian burung elang tersebut hinggap ditangan pengawal, pengawal pun mengambil gulungan kertas kemudian menyerahkannya ke pangeran Hodong. (kok jadi ingat drama china, biasanya pengiriman informasi pakai burung elang).
Hodong melihat isi kertas, yang isinya “segera kembali ke istana”, pengawal ,”ada apa?” Hodong.”ayah menyuruh kembali”.
Tapi tiba-tiba jendral NangNang datang dan bersiap-siap menyerang Hodong”
Hodong :“pasukan pemberontak NangNang, sambil bersiap-siap lari bersama pengawalnya”. Tapi terlambat karena sudah terkepung , lalu terjadilah pertarungan yang sengit.
Hodong ,”kau licik sekali”berani diam-diam menyerang tamu tuan putrimu? Jendral Wang Hol, “sebelum kau menghancurkannya , dia memang putri kami, di saat kalian menghancurkan Rae Hee, kami juga melepaskannya di waktu yang sama ,tangkap Hodong hidup-hidup”. Lalu Hodong dilempari tali supaya terjerat namun pengawalnya saja yang kena.
Hodong berusaha melawan dan menyerang pengawal berkuda, dengan bantuan elangnya Hodong berhasil merebut kuda dan menyelamatkan pengawal yang terikat tali. Kemudian Hodong mengajak pengawalnya lari secepatnya.
Jendral Wang Hol,“kejar”
Hodong telah sampai ditepi sungai (perbatasan Goguryeo-NangNang) terlebih dahulu dan menemukan perahu kemudian bergegas menaikinya dan membawanya pergi.
Ketika Jendral Wang Hol tiba sudah terlambat karena perahu sudah jauh. Lalu Jendral melempar tombak namun Hodong berhasil menghindarinya, Jendral berusaha mengejarnya, namun tidak bisa.
Hodong ,“air sungai di musim dingin sangat dingin , cepat pulang Wang Hol”, dan bertanya, dimana putri kalian, Ja Myung dimana? Jenderal Wang Hol menjawab,”kalian punya hak apa untuk menanyakan ini? Dan tidak memberi jawabannya.
Lalu Hodong bertanya dalam hati,“ kau sebenarnya masih hidup atau sudah mati? walaupun hanya tahu ini pun bagus,
Pangeran tiba di istana, Ketika Hodong menuju kediaman Raja , Hodong bertemu suami bibinya (mian ya, belum tahu namanya siapa, soalnya beda dengan yang ada di Kingdom of The Winds ditambah lupa hehehe)
Paman Hodong bertanya,” kenapa kau keluar?, “kau ini, sekarang sudah kapan, kau masih berani ke makam putri NangNang padahal setiap hari orang masih ribut untuk menaikanmu jadi putra mahkota, Kenapa kau masih sengaja pergi mencari susah dan merusak nama baikmu?”.
Hodong ,“ mereka begitu karena kelakuan burukku, baru membenciku”. Mereka membenciku karena masih hidup di dunia ini “.
Lalu datang penjaga kediaman raja dan berkata,”pangeran , anda harus meninggalkan pedangnya sebelum menemui raja.” Lalu Hodong menyerahkan pedangnya lalu diperiksa seluruh badannya ( sudah kayak pemeriksaan teroris aja hahaha). Lalu paman Hodong berkata,”Kamu tidak bisa memikirkan cara membuat mereka senang”. Hodong ,”semakin sudah mendekati ayah lagi “. Lalu menemui raja.
Ternyata raja sedang bercengkrama dengan adik pangeran Hodong, yaitu pangeran Hae Woo. Daemusin, “ Hae Woo,harus belajar ! supaya kalau kau sudah besar seperti ayah”.
Lalu Pangeran Hodong tiba, dan Permaisuri,bertanya ”apakah perjalananmu ke makam Rae Hee berjalan dengan lancar?
Hodong,” terimakasih atas perhatiannya , aku sangat baik selama perjalanannya”.
Pangeran Hae Woo,“kakak”,sambil berlari menuju ke tempat pangeran Hodong berdiri.
Pangeran Hae Woo berlari menuju ke pelukan Hodong, Hodong pun mengangkat Hae Woo sambil mengayun-ayunkannya, permaisuri berkata pada pangeran Hodong” Dia, sudah bertambah berat, anak itu bisa takut cepat turun dia!” namun Hodong bukannya menurunkan Hae Woo tapi tetap mengayun-ayukannnya.
“Hae Woo”seru permaisuri
“Hodong”seru Daemusin
Lalu Hodong berujar,”kalian sebenarnya kenapa? Takut aku membanting adikku ke tanah? Seperti ini (sambil mengayun-ayunkan Hae Woo semakin tinggi sampai-sampai Hae Woo ketakutan).
“Apa yang kau lakukan?” teriak Daemusin
“Hae Woo” teriak permaisuri
Hodong pun menurunkan adiknya, lalu Hae Woo pun berlalu ke arah ibunya sambil menangis, permaisuri pun menenangkan Hae Woo sambil berkata ;“ sekarang sudah tidak apa-apa”.
Sambil tertawa Hodong berkata ;”kalian sebenarnya mengkhawatirkan apa?, apakah demi mendapatkan posisi raja aku mau menjadi pembunuh adikku?”

“Sudah menjadi bahan tertawaan orang masih tidak tahu malu, menjatuhkan NangNang dengan mempermainkan hati wanita ,ujar permaisuri
“Sejak awal itu memang jasaku” ujar Hodong.
“semua mundur, kau juga bawa Hae Woo keluar” ujar Daemusin.
“Hodong sedang mempermainkanku yang mulia” ujar permaisuri
“Aku sudah bilang keluar” ujar Daemusin , lalu permaisuri pun keluar ruangan sambil membawa Hae Woo. Sambil berkata kepada Hodong;” mana yang tepat? Pria yang menjual tubuhnya untuk mendapatkan negara atau orang yang membohongi wanita untuk mendapatkan NangNang ? tidak ada bedanya. Apakah itu hal yang hanya bisa dilakukan seorang pangeran? Memalukan”
“ternyata pemikiran ibu yang paling tepat” jawab Hodong.
“Anak wanita jalang” ujar permaisuri sesampainya dikamar ( yeee, ni orang bisanya mengumpat hahaha)
Kembali ke bapak dan anak hehehe,
“Kau sebenarnya apa yang tidak puas? ujar Daemusin.
“Ayah, Anda hanya tahu membesarkan tanah kekuasaan tapi tidak tahu mengaturnya? ujar Hodong.
“Apa yang kau katakan? Apakah kau sedang menertawakanku atau sedang mengajariku? “ ujar Daemusin.
“Mohon , ayahanda bersikap baik terhadap rakyat NangNang,Ayahanda pernah bernjanji jika bisa mendapatkan NangNang tanpa peperangan ayahanda akan memberikan kehidupan yang baik kepada rakyat NangNang, mohon ayahanda mengasihi mereka, jika begini terus , tidak ada hentinya terjadi kekacauan dan meraka semua akan mati” ujar Hodong sambil berlutut.
“kakekmu membunuh dua anaknya , aku yang masih kecil tidak mengerti mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya sendiri , aku tidak gila mana mungkin bisa membunuh anak sendiri , tapi hari ini akhirnya aku mengerti bagi seorang raja anak yang tidak bisa mendampingi ayahnya, hanyalah seorang musuh, satu musuh yang harus dibantai sampai bersih “seru Daemusin.
“Ayahanda bermaksud membunuhku?”ujar Hodong
Lalu Daemusin mengambil boneka dan melempar boneka tersebut ke hadapan Hodong (boneka berwarna merah dan hitam yang menggambarkan Rae Hee dan Hodong yang dibeli oleh dayang permaisuri dipertunjukan sirkus), lalu melempar lagi boneka berwarna putih (boneka Ja Myung)

“kau seharusnya tahu wanita itu sapa?siapa dia?seru Daemusin.
” Dia adalah putri raja Chae Ri yang tidak diketahui orang, putri Ja Myung,” ujar Hodong
“temukan dia dan bunuh”ujar Daemusin.
“Ayahanda, aku tidak bisa melakukannya, aku ….aku …..aku dan wanita itu,”ujar Hodong terputus.
”Hari dimana kau memenggal kepala Ja Myung, aku akan menaikkanmu menjadi putra mahkota”ujar Daemusin.
“Ayahmu adalah Daemusin yang memperluas tanah kekayaan (korea) maka kau harus terus hidup, kau tahu bagaimana mengatur tanah dan orang di seluruh dunia ”seru Daemusin kembali sambil menyerahkan sebilah pedang pada Hodong. (disini nggak suka ama raja Daemusin aka Mu Kyul jahat banget hahaha beda ama yang di The Kingdom of The Wind hahaha).
Hodong pun hanya bisa menerima perintah ayahnya tanpa bis membantah lagi. ”Hamba mentaati perintah yang mulia”ujar Hodong
Di lain tempat istri pemain sirkus namanya Min Chu (yang jadi direktur Bang di Mary Stayed Out All Night itu lho pantesan familiar hahaha),bersiap-siap bersama suaminya membereskan rumahnya yang ternyata rumahnya itu ada sebuah ruangan bawah tanah tempat putri Ja Myung bersembunyi.
“jaga baik-baik”ujar Cha Cha Song (yang main di Iljimae yang jadi ayahnya Eunchae) lalu bergegas masuk ke ruang bawah tanah tempat putri Ja Myung berada.
“ iya”jawab Min Chu, sambil menutup jalan ke ruang bawah tanah itu.
Di ruangan bawah tanah, Cha Cha Song menemui putri Ja Myung melapor bahwa mereka sudah mendapat berita dari jenderal Wang Hol yang berisi, “walaupun gerakan menangkap pangeran Hodong gagal, Jenderal Wang Hol akan membawa pasukan kesini untuk menyelamatkan Anda dan rakyat NangNang,” ujar Cha Cha Song.
Sementara itu di istana Gogoryeo
Yeo Rang (Bibi Hodong) ingin pergi ke tempat pertunjukan wayang (ari namain wayang aja ya hehehe) milik Cha Cha Song, namun dihalangi oleh suaminya,
“Istriku” ujar suami Yeo Rang (mian ya lupa namanya hehehe)
”ada apa?” ujar Yeo Rang
” sudah mau gelap”kau mau kemana? ada masalah penting yang mau kurundingkan denganmu,” ujar suami Yeo Rang
“ada masalah apa? tunggu aku pulang baru dibicarakan, aku mau lihat pertunjukan boneka”ujar Yeo Rang
”pertunjukan boneka,boneka kuno yang menceritakan pangeran Hodong dan putri NangNang,kenapa kau mau melihat pertujukan seperti itu?ujar suaminya.
Yeo Rang pun tidak menanggapi ocehan suaminya, Ia langsung bersiap-siap naik kuda, suaminyanya melarang tapi akhirnya memaksa ikut pergi. “bukannya sangat kuno?ujar Yeo Rang,“benar, aku mau pergi memastikan betapa kunonya”jawab suami Yeo Rang . lalu berangkat menuju pertunjukan. (aneh juga ni pasangan lucu sama yang di KOTW hahaha)
Disebuah danau Hodong merenungkan kata-kata ayahnya,” bagi seorang raja, anak yang menentang sama saja dengan musuh, setelah kau membunuh Ja Myung aku akan menaikkanmu menjadi putra mahkota”.
Sementara itu di tempat pertunjukan wayang sudah banyak orang yang datang untuk menonton pertunjukkan.
Yeo Rang dan suaminya pun sampai di tempat pertunjukkan dan mulai melihat pertunjukkan yang dimainkan oleh Chan Cha Song didampingi oleh istrinya. (pertunjukkannya klo di Indonesia seperti wayang, aneh ya dikorea juga ada wayang jaman dahulu hehehe)

“NangNang..NangNang….., mendengar namanya pun sudah bisa merasakan betapa damai, nyaman dan makmur negaranya,” seru Cha Cha Song.
”kenapa kau masih tidak menaikkan kerbaunya? “ bisik Cha Cha Song pada istrinya,lalu istrinya menaikkan kerbaunya ,”ia kelihatan sangat kuat,cepat bunyikan untukku”kata Cha Cha Song,
Moooo…….”jawab istrinya
Suara apa itu”bisik Cha Cha Song, “aku sudah katakan tidak ingin jadi sapi”, jawab istrinya, keraskan lagi suaramu!”perintah Cha Cha Song.
Mooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo ,”teriak istrinya.”nah begitu baru benar”jawab Cha Cha Song sambil terus memainkan pertunjukkannya (mirip wayang kulit ni hahahaha)
Tiba-tiba terdengar suara keributan dari luar,pangeran sudah datang, pangeran Hodong sudah datang.
Cha Cha Song “Pangeran Hodong?”
Yeo Rang dan suami,” Hodong?” Lalu suami Yeo Rang menakut-nakuti Yeo Rang ,”jangan-jangan Hodong menyuruh orang datang menangkap anda putri?” (suami istri yang lucu dari sejak KOTW juga begitu wkwkwkw).
Pemilik sirkus Cha Cha Song pun mengehntikan pertunjukkan dan menjamu pangerang Hodong.
“Kita keluar dulu baru nanti diteruskan lagi.”ujar Cha Cha Song pada istrinya lalu menemui Hodong.
“Hidup pangeran Hodong, hidup Korea” teriak Cha Cha Song.
Rakyat yang menonton pun ikut bersorak “hidup pangeran Hodong, hidup korea!”
Setelah itu pertunjukkan pun ditutup kalangan rakyat, hanya pangeran Hodong dan bibi serta pamannya saja yang menonton. Cha Cha Song menyuruh salah satu stafnya untuk menyuruh penonton kalangan rakyat keluar. “Lain kali kami pasti akan membiarkan kalian duduk di barisan depan, kami benar-benar minta maaf”seru staf Cha Cha Song pada rakyat yang menonton.
Hodong pun menemui bibinya yang duduk dibarisan depan.
“Tidak ku sangka bibi datang kemari”ujar Hodong.
“Aku dengar kisahmu dengan putri NangNang mana mungkin tidak penasaran. Bagaimana dengan makam putri Nakrang (gelar Rae Hee)?aku benar-benar terlalu banyak bertanya seperti itu, tidak perlu tanya aku pun tahu makamnya”seru bibi Yeorang.
“Tuan putri kau sudah tahu dari awal, kenapa Hodong pergi ke NangNang?”tanya suami Yeorang
“Apakah aku harus melapor kepadamu?”jawab Yeorang.
“Tentu saja, suami istri harus sehati, ini bukan dikatakan begitu saja hatiku benar-benar sakit”seru suami Yeorang.
“ Hodong duduklah,”seru Yeorang mempersilahkan Hodong duduk.
“kalian masih diam buat apa?cepat mulai !”seru suami Yeorang pada Cha Cha Song dan Min Chu.
“Baik!”jawab Cha Cha Song.
“ Cepat masuk, mulai dari mana?”tanya Cha Chan Song pada istrinya.
“Mulai dari awal saja.”jawab istrinya.
Cha Chan Song berteriak,” tenang saja tidak perlu khawatir , pangeran Hodong hanya ingin melihat drama boneka .”(untuk menenangkan putri Ja Myung yang ada dibawah tanah penuh kewaspadaan)
“Semuanya tenang saja, kita mulai dari awal.”lanjut Cha Cha Song.
Lalu dimulailah pertunjukkan wayang itu. Cha Chan Song pun memainkan dua buah wayang yang menggambarkan putrid Nakrang (Rae Hee) dan Hodong .
Putri Nakrang :”Pangeran , pangeran Hodong, kau belakangan ini ada masalah apa?Bertemu denganku juga tidak menunjukkan senyuman.”
Pangeran Hodong:” putri Nakrang , kamu bertemu dengan drum ajaib, drum Ja Myung, aku dengar dia bisa menaklukkan musuh?benarkah itu?”
Putri Nakrang“benar, dia adalah benda penenang negara kami, drum Ja Myung musuh manapun tidak akan bisa mengalahkan kami?Dan rakyatku bisa hidup damai.”
Flashback
Raja Chae ri ngobrol dengan Ja Myung , yang sudah selesai membuat gendang Ja Myung , saat itu Ja Myung sebagai gadis suci atau gadis dewa (mendapatkan wangsit dari dewa gitu).
Raja Chae Ri :”melihat apakah drum Ja Myung benar2-benar pemberian langit, benar-benar tidak bisa tebak?Prajurit Daemusin akan melewati perbatasan dan daratan jika drum Ja Myung tidak berbunyi maka mereka akan menyerang.”
Ja Myung :”Kita masih tidak bisa menang melawan Korea(Gogoryeo-Gao Jou Li).”
Raja Chae Ri :”Apa boleh buat waktu mereka melewati perbatasan kita tidak akan tahu siapa yang bisa membuat drumnya bersuara? Ja Myung nyawa ayah dan Nangnang sekarang ku serahkan kepadamu. (sedih banget Putri Ja Myung tidak pernah mendapatkan kasih sayang ayahnya, mungkin ini percakapan pertama dan terakhir dengan ayahnya !_!).
Keesokan harinya , Raja Chae Ri, Rae Hee menjamu Raja Daemusin dan Hodong yang berkunjung ke NangNang untuk melihat drum/gendang Ja Myung.
Raja Chae Ri:”Disini selain aku dan gadis dewa , pejabat besar juga tidak diperkenankan”.
Daemusin : “Hodong mau meneruskan kedudukanku biarkan dia juga masuk ke dalam.”
Raja Chae Ri: “Baiklah”
Rae Hee:” Kalau begitu aku juga mau masuk.”
Raja Chae Ri : “Rae Hee.”
Raeha :”Kalau Hodong saja boleh masuk, masa aku yang akan meneruskanmu apakah tidak boleh?Bukankah drum ini lain kali akan dijaga olehku?”
Mendengar alasan Raja Daemusin dan Rae Hee akhirnya Raja Chae Ri pun memperbolehkan Hodong dan Rae Hee ikut masuk ke dalam kuil yang berisi drum Ja Myung. Lalu mereka masuk bersama-sama.
Raja Daemusin melihat kemegahan drum Ja Myung tapi meragukan kemampuan drum Ja Myung itu.
Daemusin:”ini adalah drum Ja Myung?
Raja Chae Ri:”benar, raja Korea.”
Daemusin :”Besar kecilnya drum tidak menandakan kekuatan, kekuatan gaib drum Ja Myung aku ingin mencobanya.”
Raja Chae Ri :”Hari ini jika kau menginginkan pasukanmu hancur, maka aku biarkan kau mencobanya”.

Di lain tempat Putri Ja Myung bersemedi sambil berdoa ,”dewa tolong lindungi Negara NangNang kami, rakyat NangNang adalah keturunanmu, jangan biarkan kami terjun dalam kekacauan,setiap detik di hari ini menadakan nasib negara NangNang, jangan biarkan NangNang disakiti. “
Sementara pasukan Daemusin siap menyerang.Namun tiba-tiba burung elang terbang menuju ke drum Ja Myung Go .
Daemusin:”Raja NangNang, aku hari ini baru tahu kalau drum yang dikatakan itu ternyata omong kosong.
Setelah Daemusin berkata itu, burung elang masuk ke dalam drum dan ternyata di dalam terdapat banyak sekali burung, ketika burung itu berebut untuk keluar dari drum Ja Myung Go pun berbunyi dengan keras. Mendengar itu Daemusin kaget dan panic, lalu buru-buru keluar dari ruangan itu.
Kembali ke putri Ja Myung,Il Poom menemui putri Ja Myung yang masih berdoa.
Il Poom :”Tuan putri, elangnya sudah terbang ke langit.”
Putri Ja Myung:”Segera siapkan pasukan rahasia.”
Pasukan rahasia pun menyerang pasukan Gogoryeo, mereka berhasil memukul mundur pasukan Daemusin. (Taktik Putri Ja Myung hebat dia kan mantan pengawal pribadi pangeran Hodong hehehe)
Flasback selesai.
Kembali ke pertunjukan wayang. Cha Cha Song masih memainkan boneka Rae Hee dan Hodong.
Pangeran Hodong :” kau rela menghancurkan drum Ja Myung demi aku?”
Putri Nakrang:”Tuhan, apa yang kau katakan tadi?apakah ini permainan nasib?
Cha Chan Song berseru,”Dia demi cinta menghianati negaranya , negaranya membuat nasib pangeran tidak,…Tuhan.”
Pangerang Hodong:”Rae Hee, jika kau benar-benar punya niat terhadapku dan bersedia mempercayaiku
hancurkan drum Ja Myung demi aku. Sulit memlih, pililah yang paling dekat dengan hatimu.”
Putri Nakrang:”Pangeran Hodong.”
Mendengar percakapan pertunjukkan wayang ini suami Yeorang dan Yeorang berselisih.
Suami Yeorang :”Benar-benar menarik.”
Yeorang :”membuat Hodong begitu malu, kau masih mengatakan menarik?
Suami Yeorang :”Bukankah drama boneka memang seperti itu?”
Yeorang :”Putri Nakrang mengianati negaranya, dan memutuskan untuk merusak drum Ja Myung
Apa yang ada kehancuran.”
Kembali ke Cha Cha Song yang memainkan pertunjukkan wayang bonekanya.
Putri Nakrang :”Pangeran Hodong, demi pangeran aku rela merusakan drum Ja Myung. Dan tentu saja dengan begini aku akan menjadi penghianat , anggap saja ini nasibku.”
Flash back
Di kuil tempat drum Ja Myung Go disimpan. Rae Hee datang menyerang kuil yang dijaga oleh pejaga kuil dan Putri Ja Myung. Rae Hee membunuh semua penjaga kuil tanpa ampun, di dalam kuil tinggal putri Ja Myung saja.
Ketika Rae Hee bersiap untuk menghancurkan drum, ia mengetahui bahwa Putri Ja Myung bersembunyi dibalik tirai, lalu dia melemparkan pisaunya ke arah tirai itu dengan singgap Ja Myung menghindar.
Ja myung:”sampai akhir kau tetap menghianati negara?
Rae Hee:”Hodong berjanji padaku, jika merusakan drum Ja Myung, maka Korea akan menggangap kita sebagai saudara dan bersikap baik kepada kita.”
Ja Myung:”Rae Hee, aku tidak bisa membiarkan NangNang jatuh ke tanganmu.”
Rae Hee:”NangNang cepat lambat akan di habisi oleh korea.”
Ja Myung:” Aku tidak akan membiarkan kau merusakan drum Ja Myung.”
Rae Hee:”Kau tidak bisa menahanku?”
Lalu kedua kakak beradik ini bersiap bertarung hanya gara-gara seorang Pangeran Hodong padahal Ja Myung merelakan Hodong bersama Rae Hee tapi Rae Hee sudah terbakar api cemburu.
Sementara itu di Negara Gogoryeo (Korea) bersama seluruh panglima dan pangeran Hodong bersiap-siap menyerang NangNang.
Panglima :”NangNang adalah tanah suci , dewa pun memilih tempat itu ada drum Ja Myung . Kita mana boleh menyerangnya?dengan menyerang NangNang terlebih dahulu , bukankah setiap kali Gogoryeo pulang dengan kekalahan, waktu itu sampai jendral pun mati di medan perang. “
Hodong:”Apakah kau takut mati dalam peperangan?
Panglima:”Bukan takut mati, tapi tidak ingin membuat marah yang diatas.”
Hodong:”Langit sudah melepaskan negara NangNang. Semalam dewa datang ke dalam mimpiku
Negara NangNang membuat marah sebagai tanda dia akan merusak drum Ja Myung.
Panglima:”Hamba bukan meragukan pangeran, tapi bagaimana Pangeran membuat kami mempercayainya?”
Hodong pun berteriak,”Kita akan menghancurkan drum Ja Myung.”
Sementara itu di NangNang Rae Hee dan Ja Myung bertarung dengan seimbang.
Ja Myung:”Jika kau menghancurkan drum itu juga tidak ada gunanya?Tidak peduli 10 atau 20 yang penting jadinya?buat ulang lagi saja. Karena yang menjaga drum Ja Myung adalah aku.”
Sambil menodongkan pedang ke leher Rae Hee, Ja Myung berkata,” ini jalan hidup tuan putri yang ingin menghianati negaranya?Ayahku juga ayahmu, tapi aku akan membiarkan dia memberikan hukuman padamu.” lalu Ja Myung pergi tanpa menusuk leher Rae Hee.
Rae ha : “Ja Myung.”serunya lalu Rae Hee melemparkan pisau ke arah Ja Myung.
Walaupun Ja Myung tidak mempunyai persiapan-apa, ia dapat menghindar juga , namun ternyata selain pisau di pisau itu ada jarum, jarum beracun itu pun melukai Ja Myung .
Ja Myung :”jangan-jangan kau memasukkan jarum?”
Rae Hee:” benar, kau jangan melupakan ini , yang menyukai NangNang bukan hanya kau seorang . Aku juga menyukai NangNang baru bertekad untuk melindungi NangNang.”
Kembali ke lokasi pasukan Gogoryeo, Raja Daemusin bercakap-cakap dengan panglima.
Panglima:”Kalau putri Nakrang(Rae Hee) gagal, kita akan mengeluarkan pangeran ke perbatasan .”
Daemusin:” apakah bermaksud membunuh Hodong?”
Panglima:” Bukan begitu.”
Daemusim:”Aku akan membunuhnya sendiri.”
Panglima:”Baginda.”
Daemusim:”Aku tidak boleh membiarkan anakku membawa malu.”

Sementara itu Ja Myung mulai kehilangan kesadaran karena tertusuk jarum beracun.Tapi masih mampu menghindari serangan Rae Hee. Tapi akhirnya Ja Myung tertekan serangan Rae Hee juga.Rae Hee pun mengarahkan pedangnya ke leher Ja Myung. Lalu terdengar suara gendang peperangan dimulai.
Ja Myung:” itu genderang perang Gogoryeo.”
Rae Hee:”Aku tidak akan membiarkan pedangku menyentuhmu , walaupun kau bertahan waktunya pun hanya satu jam racun akan menyerang hatimu. Lalu Rae Hee bersiap bersiap menghancurkan drum Ja Myung, namun dengan sisa tenaga yang ada Ja Myung tetap berusaha menghalangnya.
Kesadaran Ja Myung terus melemah akibat reaksi racun yang melukainya,namun Ja Myung berusaha tetap bertahan dan akhirnya bisa menekan Rae Hee , Ja Myung menodongkan pedangnya ke leher Rae Hee.
Rae Hee:”Kau benar-benar berharap Hodong pergi mati?kalau dia mati apakah kau masih bisa hidup?”
Mendengar kata-kata Rae Hee itu Ja Myung melamun mengingat percakapannya dengan Hodong ketika Hodong berkata bahwa ia ingin menikah dengan Ja Myung dan menjadi pria yang baik dan ayah yang baik untuk anak-anaknya.
Karena melamun dan reaksi racun yang sudah menyebar Ja Myung mulai kehilangan kesadaran, lalu tiba-tiba Rae Hee menusuk dada Ja Myung dengan tusuk kondenya , Ja Myung pun terjatuh. (kedua kedua terulang yang pertama sewaktu masih bayi Ja Myung ditusuk dengan konde oleh ibunya Rae Hee hiks-hiks).
Rae Hee :”ternyata kau juga wanita Hodong? Walaupun tusuk konde itu tidak beracun,tapi racun yang pertama kau tidak bisa menghindarinya.Kau tahu apa kesalahanmu? Hodong biarkan aku yang menjaganya saja dan menebus kesalahan dalam hatiku, aku selamanya tidak akan memaafkanmu.”

Lalu Rae Hee bersiap menghancurkan gendang Ja Myung, Rae Hee pun membelah gendang tersebut. To Be Continued ............


Note : Untuk mengenang oppa Jung Kyung Ho (first love) hahaha dan memperingati 1 tahun saia sebagai kdrama lover saeguk hahahha
Karena ini buatnya dari DVD, jadi sabar ya soalnya DVDnya angot-angotan mau nyala padahal sudah beli 2x beli, Download subnya belum lengkap, sudah download Episode 3 ehh kehapus pas lepi diinstal ulang *curcol.




2 comments:

Dewi Cendrillon said...

lanjutin ari-si....
mulai suka drama saeguk gara2 tamra....

cha_sya said...

Hmm,,,,ceritanya seru dan berharap ari lanjtin he he^^